Thursday, September 29, 2011

Duhai Cinta,

Duhai cinta,
yang rasamu tak pernah cukup mampu ku pahami,
yang maknamu tak pernah cukup baik ku tafsirkan,
mendekatlah..

Hadirlah mendekat,
lekatkan dirimu di jiwaku yang papa,
nyalakan sinarmu di temaram hati yg kian suram
aku ingin mengeja maknamu dlm setiap tarikan nafas

Lalu bagaimana hendak memulai?
Kali ini, detik ini, disini,
denganmu kucoba tebarkan bahagia
pada apapun, siapapun yg kutemui..

Duhai Cinta,
Kau lah harta paling berharga


Monday, September 26, 2011

Derita Setelah Derita..


Hari ini saya menemukan suatu cerita yang menurut saya, cukup menarik. Cerita ini adalah kejadian nyata yang saya laporkan langsung dari Tempat Kejadian Perkara. (hehe, reporter lebay..)

Beberapa bulan yg lalu saya menyaksikan seorang wanita cantik berusia 30an, sebut saja namanya Bu Ayu (bukan nama sebenarnya), sedang memarahi seorang ibu yg lebih tua darinya. Selidik punya selidik, rupanya ibu tua ini memiliki hutang kepada Bu Ayu sebesar Rp.5 juta, yg ia pinjam beberapa tahun yang lalu. Saya 'terenyuh' menyaksikan drama penuh air mata itu, karena si ibu tua belum bisa membayar hutangnya, dan Bu Ayu sampai hati mengeluarkan kata2 setajam sembilu di depan banyak orang. Saya sempat berfikir, andai saja saya punya uang untuk 'menutup' dulu hutang ibu tua itu agar dia tidak lagi dipermalukan, sayangnya saya cuma berandai-andai, karena saya tidak punya uang yg cukup saat kejadian itu.

Semua orang di kampung itu tahu, Bu Ayu sebenarnya tidak terdesak dengan uang sebesar Rp.5 juta, karena dia memang seorang istri dari seorang pengusaha yg cukup kaya. Masalah dia menagih hutang dari ibu tua itu, mungkin itu memang hak Bu Ayu sebagai yang meminjamkan, namun saya fikir tidaklah bijaksana jika dia mengatakan terlalu banyak kata yg dapat melukai orang lain, meskipun ketika dalam keadaan yg marah sangat.

Waktu bergulir terasa cepat, setiap orang berkutat dengan kesibukannya masing2.

Sampai beberapa hari yg lalu, saya menerima kabar yg cukup 'menggelitik', kabar yg mengatakan bahwa Bu Ayu sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit. Lantas apa yg lucu?

Rupanya Bu Ayu masuk rumah sakit bukan karena suatu penyakit, melainkan kena tonjok orang gila secara bertubi-tubi. Dia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit karena sesaat setelah dia turun dari mobilnya, secara mengejutkan dia dihampiri sesosok pria gila yg memukulinya secara brutal. Tidak ada kabar lanjutan yg menjelaskan bagaimana nasib orang gila itu setelah memukuli Bu Ayu. Yang jelas sudah beberapa hari ini Bu Ayu masih dirawat di Rumah Sakit untuk memulihkan luka-lukanya, dan hampir dapat dipastikan biaya perawatannya menelan angka yg cukup besar.

Ahh, saya jadi berfikir, inikah yang disebut Karma oleh sebagian orang?

Saya belum benar-benar mengerti apa itu definisi lengkap dari kata Karma. Yang pasti saya yakin, setiap perbuatan kita, baik-buruknya, pasti ada balasan. Entah di dunia, apalagi di akhirat.


Pejabat oh Pejabat..

Hari ini saya udah ngobrol sama seorang laki2 separuh baya, konon dia bekerja sebagai seorang driver dari seorang pejabat di Pemerintahan pusat sana. Dia menceritakan kepada saya, betapa kehidupan majikannya itu adalah sebentuk kehidupan ideal yang selalu diimpikan banyak orang. Uang yang banyaaaak banget, mau apa2 tinggal tunjuk bawahan, apapun kehendak tak berapa lama pasti kesampaian.

Kemudian dia bertanya kepada saya, tentang ijazah pendidikan yg saya punya, saya jawab, saya pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Dia juga bertanya, kali ini dengan sedikit ekspresi heran, kenapa saya tidak mencoba melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil? Saya bertanya balik, kenapa saya harus melamar jadi PNS? Apa yg begitu spesial?

Tentu saja dia menguraikan jawaban terperinci kenapa begini-begitu, bohong banget kalo ada orang yang gak mau jadi kaya, katanya. Terlepas dari jalan apa yg ditempuh untuk sampai kesana. Dia malah bilang, "Mbak bilang begitu karena mbak belum ketemu kesempatannya aja, kalau udah ada kesempatan, mana mungkin ada orang yg menolak?". Saya tidak menjawab. Mungkin juga dia benar, atau biarlah jawaban sesungguhnya saya simpan di hati saja.

Lucunya, dia juga cerita kepada saya, bahwa diam2 dia sering mengamati gelagat majikannya yg berani. Berani gimana pak? saya tanya. Ya, berani mengambil resiko lah mbak.. artinya dia tahu kalau yg dilakukannya itu salah, tapi ya 'dilangkah' aja aturannya. Ah, setiap personil yg terlibat di pemerintahan juga dah mafhum dengan issue ini, mereka saling 'memahami', katanya lagi. Memahami bahwa kegiatan 'melipat' uang rakyat adalah sesuatu yg biasa, memahami bahwa sogok-menyogok hanya sebuah seni dlm berpolitik, dan berkonspirasi dlm menutupi kejahatan adalah sebentuk solideritas antar sesama 'abdi rakyat'.

Endingnya, dia bercerita, hasil dari semua 'kerja keras' majikannya adalah sebuah (atau beberapa buah) tempat tinggal mewah, hidup yg luar biasa indah, pulang-balik ke luar negeri seperti hendak ke toilet, dan seterusnya dan seterusnya..

Hmmm, akankah saya pun jadi berminat utk memasuki 'area basah' itu? Saya tidak tahu, agaknya saya akan berfikir lagi.
Assalamu alaikum,

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, halaman2 ini adalah salah satu bentuk 'pelepasan' ekspresi saya terhadap sesuatu yg saya temukan di sekitar. Mungkin penting, mungkin tak penting. Oh ya, nama saya Amalia Ulfah, saya tinggal di Bandung, Indonesia. Saya suka banget menulis, walaupun belum ada skill sama sekali. Menulis tentang apapun yang ada di fikiran saya. Hmmm, sesekali saya menulis dlm Bahasa Inggris.. bukan sok bangga ya, nyatanya kemampuan english saya juga masih dasar sekali. Saya cuma ingin mengasah kemampuan, biarin masih belepotan, yang penting belajar. (Hehe, ngeles nih, padahal aslinya biar ga terlalu embarassing aja kalau tulisannya berantakan.)

Saya akan senang sekali kalau kalian memberi respon terhadap tulisan saya, dgn begitu kita bisa menjadi lebih 'terhubung'. Ok, segitu aja ya perkenalannya. Sekali lagi, terima kasih telah berkunjung. :)