Hari ini saya udah ngobrol sama seorang laki2 separuh baya, konon dia bekerja sebagai seorang driver dari seorang pejabat di Pemerintahan pusat sana. Dia menceritakan kepada saya, betapa kehidupan majikannya itu adalah sebentuk kehidupan ideal yang selalu diimpikan banyak orang. Uang yang banyaaaak banget, mau apa2 tinggal tunjuk bawahan, apapun kehendak tak berapa lama pasti kesampaian.
Kemudian dia bertanya kepada saya, tentang ijazah pendidikan yg saya punya, saya jawab, saya pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Dia juga bertanya, kali ini dengan sedikit ekspresi heran, kenapa saya tidak mencoba melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil? Saya bertanya balik, kenapa saya harus melamar jadi PNS? Apa yg begitu spesial?
Tentu saja dia menguraikan jawaban terperinci kenapa begini-begitu, bohong banget kalo ada orang yang gak mau jadi kaya, katanya. Terlepas dari jalan apa yg ditempuh untuk sampai kesana. Dia malah bilang, "Mbak bilang begitu karena mbak belum ketemu kesempatannya aja, kalau udah ada kesempatan, mana mungkin ada orang yg menolak?". Saya tidak menjawab. Mungkin juga dia benar, atau biarlah jawaban sesungguhnya saya simpan di hati saja.
Lucunya, dia juga cerita kepada saya, bahwa diam2 dia sering mengamati gelagat majikannya yg berani. Berani gimana pak? saya tanya. Ya, berani mengambil resiko lah mbak.. artinya dia tahu kalau yg dilakukannya itu salah, tapi ya 'dilangkah' aja aturannya. Ah, setiap personil yg terlibat di pemerintahan juga dah mafhum dengan issue ini, mereka saling 'memahami', katanya lagi. Memahami bahwa kegiatan 'melipat' uang rakyat adalah sesuatu yg biasa, memahami bahwa sogok-menyogok hanya sebuah seni dlm berpolitik, dan berkonspirasi dlm menutupi kejahatan adalah sebentuk solideritas antar sesama 'abdi rakyat'.
Endingnya, dia bercerita, hasil dari semua 'kerja keras' majikannya adalah sebuah (atau beberapa buah) tempat tinggal mewah, hidup yg luar biasa indah, pulang-balik ke luar negeri seperti hendak ke toilet, dan seterusnya dan seterusnya..
Hmmm, akankah saya pun jadi berminat utk memasuki 'area basah' itu? Saya tidak tahu, agaknya saya akan berfikir lagi.
No comments:
Post a Comment